Kamis, 17 Agustus 2017

Ini Dia 5 Kasus Keracunan Paling Parah Di Dunia

Ini Dia 5 Kasus Keracunan Paling Parah Di Dunia

Kasus apel berbakteri asal Amerika Serikat terkuak sebagian hari lalu lumayan mencengangkan warga dunia. Betapa tidak, apel asal Negeri Adidaya ini telah diekspor ke banyak negara dan sudah pasti telah dikonsumsi penduduk sejagat. Namun pejabat kesehatan Ibu Kota Washington D.C memperingatkan ada bakteri listeria monocytogenes yang telah menewaskan lima orang.

Selain apel berbakteri dan olahannya juga dilarang untuk dikonsumsi. Tak cuma apel Amerika membuat was-was. Sepanjang histori pernah berjalan kasus keracunan paling menggegerkan warga dunia lantaran jumlah korban tewas raih puluhan apalagi ratusan orang.  Bagaimana kisah momen keracunan paling dahsyat ini?

Berikut adalah 5 Kasus Keracunan Paling Parah Di Dunia 

1. Susu formula bermelamin di China membuat 300 ribu bayi gagal ginjal

Kasus Keracunan Paling Parah

Paling baru yakni kasus susu formula beracun di China. Skandal ini apalagi hingga ke Indonesia dan memaksa pemerintah negeri ini untuk menarik peredaran susu asal China. Susu asal China ini punya kandungan racun melamin yang memicu lebih kurang 300 ribu bayi kudu mengalami gagal ginjal. Enam bayi dilaporkan meninggal dan 54 ribu dirawat intensif.  Susu ini diproduksi oleh Sanlu Group. Mereka yang berwenang di dalam pengawasan kadar susu dijatuhi hukuman mati oleh pemerintah China.

2. Keracunan tumbuhan jeruju tewaskan 60 orang di India

Kasus Keracunan Paling Parah

Warga Ibu Kota New Delhi, India pernah keracunan massal. Mereka mengalami diare, muntah-muntah, sakit kepala, hingga terganggu penglihatannya. Setelah diselidiki ternyata keracunan itu berasal dari minyak mustard yang telah terkontaminasi. Peristiwa terhadap 1998 ini menewaskan 60 orang dan 3.000 lainnya mendapat perawatan spesifik di tempat tinggal sakit. Menurut penelitian minyak sering dikonsumsi warga India itu telah terkena zat argemone mexicana atau tanaman jeruju. Tanaman ini sebetulnya dikenal miliki racun yang lumayan menyakitkan kecuali terkena tubuh anggota luar.

3. Susu produk Jepang tewaskan 100 orang lebih

Kasus Keracunan Paling Parah

Susu bubuk yang terkontaminasi racun pernah berjalan di Jepang terhadap 1955. Susu bermerek Morinaga ini pernah tercampur arsenik dan bahan pengawet disodium fosfat dosis tinggi. Akibatnya banyak warga mengalami diare dan muntah karena minum susu itu. Peristiwa ini memakan korban tewas hingga 100 orang lebih. Sekitar 13.400 orang dirawat intensif. Kasus ini memicu kepala pabrik pembuatan Morinaga diseret ke penjara. Ini tidak benar satu kasus yang paling memilukan di dalam histori Jepang dan butuh penyelidikan nyaris dua dekade.

4. Ikan bermerkuri tewaskan 1.784 orang di Jepang

Kasus Keracunan Paling Parah
Warga Jepang merupakan nomer satu populasi pemakan ikan sejagat. Ikan sebagai sumber protein apalagi dimakan mentah-mentah. Tak jarang mereka sering terkena penyakit layaknya gatal-gatal atau alergi. Namun paling mematikan yakni wabah keracunan merkuri terhadap 1956 yang melumpuhkan sistem saraf. Wabah ini dikenal bersama nama minamata. Usut miliki usut ternyata sebuah perusahaan yakni Chisso Corporation melenyapkan limbah merkuri mereka ke laut dan meracuni ribuan ikan. Mereka telah melenyapkan limbah itu sejak 1932-1968.

5. Racun terigu tewaskan 1.600 orang di Afghanistan

Kasus Keracunan Paling Parah

Warga Afghanistan pernah diserang penyakit hati yang disebabkan oleh terigu punya kandungan racun. Terigu ini dikonsumsi secara massal di dalam bentuk roti. Wabah keracunan berjalan kurun waktu 1974-1976 ini menewaskan hingga 1.600 orang.  Sebanyak 6.200 orang kronis lantaran terigu beracun ini. Tak cuma itu, terhadap 2008 kasus serupa berjalan ulang di sana. Lebih dari 100 orang kudu mendapat perawatan medis serius dan 10 lainnya tewas. Setelah diselidiki terigu ini punya kandungan charmac yakni biji-bijian yang bisa mengeluarkan zat alkaloid pyrrolizidin. Zat ini secara alami muncul untuk memelihara tumbuhan dari kerusakan. Salah satu model alkaloid yakni tumbuhan punya kandungan morfin.

0 komentar: